Thursday, February 28, 2013

Pengaruh Tropical Cyclone 'Eighteen' Sampai Pelabuhan Bengkulu

Pelabuhan Bengkulu
Kita tahu bahwa pada tanggal 24-27 February 2013 Pelabuhan Bengkulu dilanda badai dahsyat yang meliputi meningkatnya curah hujan dan kecepatan angin. 

Pada tanggal tersebut angin di tepi Barat Pelabuhan Bengkulu mencapai kecepatan 45 knot atau 45 mil/jam.

Akibat kecepatan angin yang meningkat tersebut juga berakibat beberapa pohon besar di tepi jalan raya tumbang.

Peningkatan curah hujan dan kecepatan angin tersebut adanya badai atau typhoon Eighteen yang berjarak 400 mile di sebelah Barat Daya Pelabuhan Bengkulu atau pada posisi 11 12.0 S / 098.18.0 E atau sekitar 500 mil laut dari Pelabuhan Bengkulu.

Typhoon adalah istilah untuk badai di laut yang berputar dengan pusaran angin mencapai radius ratusan mil laut yang diakibatkan oleh tekanan rendah di suatu area di laut. Akibatnya udara sekitarnya yang bertekanan tinggi akan mengalir ke tekanan rendah dengan berputar (kalau di utara khatulistiwa pusaran berlawanan dengan arah jarum jam dan di Selatan khatulistiwa berputar searah jarum jam) membentuk pusaran yang mempunyai diameter ratusan mil laut.

Hal inilah yang kadang berpengaruh sampai ke Pelabuhan Bengkulu. Dikarenakan Pelabuhan Bengkulu terletak di tepi Samudera Hindia yang notabene sering menjadi cikal bakal timbulnya badai typhoon tersebut maka tidak heran sering terjadi cuaca ektrim yang mewarnai aktivitas Pelabuhan Bengkulu.

Thursday, January 24, 2013

Tempat Tempat Wisata Di Pelabuhan Bengkulu

Alur Pelabuhan Pulau Baai
Kalau anda jalan-jalan ke Pelabuhan Bengkulu pertama yang anda ingat adalah nama Pelabuhan Pulau Baai yang dulu sering menjadi tempat wisata dikala liburan anak anak tiba. Namun karena peraturan pelabuhan diperketat dengan diberlakukannya International Ship and Port Security Facilities Code atau dikenal dengan nama ISPS Code, maka sekarang Pelabuhan Pulau Baai melarang masyarakat yang tidak berkepentingan memasuki areal kerja pelabuhan seperti dulu.

Sebetulnya para wisatawan dapat dialihkan ke arah pintu masuk alur pulai Baai yang berpasir putih. Di sini anda dapat melihat kapal keluar masuk alur baik kapal penumpang, kapal barang, kapal tanker dan kapal perahu layar yang hilir mudik di alur Pelabuhan Pulau Baai, bengkulu. Namun memang anda harus mengeluarkan sedikit energi tambahan menjuju ke sana karena anda arus mengitari Teluk Pulau Baai karena letaknya benar-benar di pintu masuk kapal-kapal yang hendak masuk ke Pelabuhan Pulau Baai.

Namun bagi masyarakat luas dan para pendatang yang kebetulan singgah di Pelabuhan Bengkulu jangan berkecil hati karena anda akan kami ajak berkeliling ke beberapa tempat wisata yang eksotik di sekitar Pelabuhan Bengkulu.

1. Pantai Panjang Bengkulu

Pantai Panjang yang terletak sekitar 13 kilometer dari Pelabuhan Bengkulu mempunyai pemandangan yang sangat indah. Dengan fasilitas yang lengkap di sepanjang pantai membuat kita semakin betah tinggal di Pantai Panjang Bengkulu. 

Berdelman ria di Pantai Panjang Bengkulu
Fasilitas yang ada di Pantai Panjang Bengkulu antara lain villa dan cottage, caffee, sport center, aneka macam restoran, salon dan spa, dan tidak kalah menarik di Pantai Panjang Bengkulu tersedia hypermart yang terkenal dengan nama Bengkulu Indah Mall yang di dalamnya tersedia Hypermart Departement Store. Pokoknya kalau anda wisata di Pantai Panjang dapat betah dan terhibur.
Eh, jangan lupa anda juga dapat menyewa sepeda onthel untuk berkendaraan santai sepanjang Pantai Panjang. Atau anda dan keluarga dapat menyewa delman lengkap dengan kudanya untuk berkeliling sepanjang Pantai Panjang.

Di samping itu anda dan keluarga dapat menikmati area jogging track yang sengaja dibangun sepanjang pantai untuk memanjakan pengunjung terutama pada hari besar maupun hari libur bagi pengunjung yang hobby olah raga jalan atau lari santai.

Danau Curup, Bengkulu
O, iya jangan lupa anda juga dapat naik andhong/delman di tepi pantai dengan tarif hanya 20 ribu anda sudah dapat keliling sepanjang Pantai Panjang, Bengkulu.

2. Danau Dan Air Terjun Curup
Air terjun Curup
    Danau ini adalah danau buatan yang letaknya kurag lebih 2 jam dari Kota Bengkulu ke arah jalan menuju Lebong. Perjalanan ke arah wisata ini memang cukup membutuhkan konsentrasi anda karena jalan yang anda lalui cukup banyak belokan dan berliku dengan  tikungan yang tajam. Maka sebaiknya cek dulu kendaran anda sebelum menempuh perjalanan ini.Pastikan kendaran anda laik jalan agar aman dalam berkendaraan. Di danau ini anda dapat meninkmati fasilitas boat service untuk berkeliling danau tersebut dengan fasilitas yang sangat terjangkau. Anda juga dapat menikmati pemandangan alam berupa pegunungan dan kebun sayur-sayuran serta dari jauh sana nada dapat melihat perkebunan teh yang menghijau memenuhi areal sekitar danau tersebut. Untuk wisata kuliner jangan khawatir anda dapat menemukan dekat danau tersebut.

Sesudah kita puas berkeliling danau saatnya kita berkemas menuju pemandiar air panas dan air terjun di Curup. Perjalanan  dari danau tidak jauh hanya membutuhkan waktu 20 menit ke arah balik menuju Kota Curup.

Di Wisata ini anda dapat menikmati fasilitas pemandian air terjun yang sangat indah. Anda dapat mandi langsung di bawah air terjun alam ini sepuasnya. Ya sepuasnya anda mau.. asal tahan dingin aja..

Kolam air panas, Bengkulu
Tapi anda tidak usah khawatir setelah anda merasakan dinginnya air terjun ini anda dapat langsung menjuju kolam pemandianr air panas juga. Wah.. segar benar kok anda sehabis mandi air dingin langsung mandi di kolam air panas rame-rame.. Tapi kalau anda pingin mandi air panas yang lebih nyaman sepuasnya sendiri anda dapat masuk kamar mandi yang memang sudah disediakan untuk pengunjung tanpa biaya lagi. Lagi lagi anda dapat mandi layaknya di rumah saja dengan guyuran air panas alaminya.

3. Benteng Fort Marborough
    Tak kenal maka tak sayang. Saya ingat sewaktu saya masih di sekolah dasar mendengar ungkapan seperti ini," Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya." Nah, benteng satu ini akan mengungkap bagaimana Kota bengkulu waktu itu semasa dalam kekuasaan para extremes-extremes dari Eropa sana..haha..

Benteng Fort Marborough terletak di Jalan Ahmad Yani Bengkulu tepat di tenggah Kota Bengkulu. Tempat ini dapat anda tempuh sekitar 45 menit baik dari Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu maupun dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu dengan menggunakan taksi.

(A) Benteng Fort Marborough, Bengkulu

Benteng berdiri kokoh di tanah seluas 44.100 meter persegi dengan panjang 240.5 meter dan lebar 170.5 meter mengahdap ke arah Selatan dan membelakangi Samudera Hindia tepatnya 15 km dari Pelabuhan Bengkulu.

Di sebelah Benteng Fort Marborough terdapat kota tua sepanjang Jalan DI Panjaitan yang berdiri bangunan ruko-ruko tua China Town tempo dulu karena memang bangunannya banyak yang masih asli berdiri kokoh di sepanjang jalan tersebut seolah tidak mau kalah dengan bangunan Benteng Fort Marbourough yang melegenda itu.

Benteng Fort Marborough bukan hanya benteng pertahanan  kekuasaan Inggris di kawasan Barat Sumatera tapi juga benteng untuk mempertahankan Bengkulu sebagai daerah monopoli lada dan perdagangan. Benteng ini dibangun pada tahun 1713-1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joshep Callet. Benteng ini dianggap benteng kedua terkuat milik Inggris di kawasan Timur stelah benteng St. George di Madras, India. Nama Marborough sendiri diberikan oleh pemerintah Inggris kepada John Churcil yang bergelar Duke of Marborough I sebagai tanda kehormatan.

Pada awalnya benteng digunakan sebagai pertahanan namun kemudian beralih fungsi sebagai tempat pertahanan komuditi lada segaligus pusat pengawasan jalur Selat Malaka. 

Bentuk arsitek benteng ini mirip kura-kura terdapat jembatan yang menghubungkan kepala dan badan, sebuah jembatan diatas parit yang membentuk ekor dan jembatan yang menghubungkan jalan masuk dengan bagian luar. Dahulu ketiga jembatan ini bisa diangkat dan diturunkan. Sampai saat ini batas dinding terluar masih nampak yaitu beruba parit-parit.

Di dalam bangunan benteng terdapat ruang tahanan, gudang persenjataan, kantor, beberapa meriam, ruang perlindungan, terowongan sepanjang 6 m dan lebar 2 m. Sedangkan di bagian belakang terdapat 3 makam yaitu Thomas Par, Charles Murray dan satu makam tak dikenal serta prasasti nisan yang bertuliskan nama, tanggal dan tahun kematian pejuang Inggris tersebut.

Dari atas Benteng Fort Marborough anda dapat melihat pemandangan laut san tepi pantai dengan deburan ombak yang sangat indah, juga pemandangan gedung bundar sport center yang sangat elok berdiri megah tepat di tepi laut tersebut.



Baca juga :

Pelabuhan Bengkulu Fasilitasi Transhipment di Kolam Pulau Baai. 

Kapal Pesiar Clipper Odyssey Singgah Di Pelabuhan Bengkulu.

Indonesia Port Corporation The Spirit In Energizing Trade Energizing Indonesia.







Kapal Pesiar Clipper Odyssey Singgah Di Pelabuhan Bengkulu

Kapal Pesiar Clipper Odyssey
Pada pagi hari tanggal 15 Januari 2013 suasana di kantor kami agak lain karena kami akan menyambut tamu spesial kami yaitu kapal pesiar Clpper Odyssey yang mengangkut wisatawan asing dari berbagai negara yang hendak melanjutkan pelayarannya keliling Sumatera.Walaupun dalam proses penyambutan melakukan penjemputan kami terkena gelombang laut untuk menaikkan petugas pemandu kapal Clipper Odyssey Capt. Ibrahim Hussein kami berusaha tetap menyambutnya dengan ramah. Agak mabuk laut..haha..

Kapal berbendera Bahama yang mengangkut sekitar 38 wisatawan mancanaegara dan 67 awak kapal itu singgah di Pelabuhan Bengkulu dalam kunjungan wisatanya dari Padang yang sebelumnya sempat singgah di pelabuhan pelabuhan di Aceh dan Pulau Nias.

Seperti diketahui kapal ini memiliki panjang 102,6 meter ini dilengkapi kolam renang, bar, gymnatium, fasilitas restoran dan bayak lagi fasilitas kapal mewah ini. Kapal ini mengangkut wisatawan dari Amerika Serikat, Australia, Kanada dan Afrika Selatan yang pada umumnya wisatawan dari kalangan intelektual lanjut usia.

Seperti dilansir Bengkulu Ekspress, setibanya kapal sandar di dermaga Pulau Baai wisatawan disambut dua armada bus SAN Siliwangi Antar Nusa dan melanjutkan perjalanan darat ke situs bersejarah Benteng Port Marblorough. Setibanya di Benteng Port Marblorough wisatawan disambut tarian dol dan kalungan bunga.Wisatawan asing sangat kagum dengan situs bersejarah yang ada di Bengkulu tersebut.

Tak berhenti di sana, para turis juga diajak melihat rumah Bung Karno yang menjadi tempat presiden pertama Indonesia itu diasingkan. Di kediaman Bung Karno ini, para turis selain disambut pejabat pemerintah juga disambut sejumlah warga yang menanti kedatangan puluhan warga asing, sejumlah tarian tabot, tarian Enggano, barong landong, terlihat beberapa kali para turis memotret para penari dan pengantin melayu.

Salah seorang turis, Catherine dalam bahasa Indonesia terbata-bata mengaku baru pertama kali datang ke Bengkulu, dan kapalnya hanya singgah setelah melakukan perjalanan dari Solok. Ia juga mengatakan selama di Sumatera rombonganya selalu dilayani dengan ramah, bahkan sejumlah pejabat seperti bupati ikut menyambut kedatanganya.

Sementara itu Kepala Biro Remote Destination Tour, Leksono Santoso menuturkan, singgahnya kapal MV Clipper Odyssey di Bengkulu, karena banyak potensi yang ditawarkan. Mulai dari Bunga Rafflesia, Benteng, dan pantainya. Sayangnya potensi itu kurang publikasi. Mestinya kelebihan-kelebihan itu bisa dijadikan icon di Bengkulu, misalnya bunga Rafflesia kapan mekar dan kapan mulai layu. Dan itu selalu di update di internet, sehingga mudah diketahui. Diakui Leksono, kedatangannya ke Bengkulu merupakan kali keduanya dibawah biro yang sama, “Tahun 2010 saya pernah ke Bengkulu,” katanya, sejak saat itu dua tahun terakhir dirinya melakukan survey dan menginventaris objek wisata.

Dan dengan kapal pesiar MV Clipper Odyssey, kami telah mengunjungi Belawan di Medan, melihat orang utan dan kemudian di Simeleu Aceh, Pulau Nias, Solok dan kemudian singgah ke Bengkulu. Perjalanan akan dilanjutkan ke Krui. Rombongan turis ini pada umumnya dari kalangan intelektual, pengusaha, dan diplomat. Mereka ini juga didampingi dokter karena pada umumnya berusia di atas 70 tahun. Karena mereka ini dari kalangan intelek, kedatangannya diharapkan bisa mempromosikan wisata ke dunia internasional.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Hasanudin menuturkan kunjungan puluhan wisatawan asing diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata di Bengkulu. Mungkin saat ini mereka hanya singgah, namun tahun depan Bengkulu menjadi kawasan wisata tujuan mancanegara. Ia berharap, kehadiran turis-turis mancanegara turut memperkenalkan Bengkulu di luar negeri.
Sumber : Bengkulu Ekspress

Monday, December 3, 2012

Pelabuhan Bengkulu Fasilitasi Transhipment Di Kolam Pulau Baai

Motor Vessel. Great Creation
Setelah terbitnya larangan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap transhipmen batubara di Pulau Tikus, maka Pelabuhan Bengkulu berusaha mencari solusi guna memfasilitasi keingingan agen dan shipper batubara agar proses pemuatan batubara dapat dilakukan segera di kolam Pelabuhan Pulau Baai pasca terbitnya larangan tersebut. 

Namun proses pengerukan di alur masuk Pelabuhan Pulau pasca terbitnya larangan tersebut masih berjalan terus hingga pada bulan November 2012 pengerukan di alur masuk Pulau Baai mencapai finalnya yaitu dengan kedalaman berkisar 12 meter di air pasang terendah. Namun untuk pengerukan dalam kolam pelabuhan masih dalam perencanaan kembali.

Seiring dengan meningkatnya kedatangan kapal yang hendak melakukan pemuatan batubara di dermaga Samudera Pulau Baai yang diperkiran mencapai 11 kapal besar melakukan antrian maka diperlukan percepatan pelayanan terhadap pemuatan yang akan dilakukan di dalam kolam Pelabuhan Bengkulu.

Pada tanggal 1 Desember 2012 setelah berkoordinasi dengan pihak otoritas Pelabuhan Bengkulu dengan dilakukannya survey lokasi tempat berlabuh yang paling aman serta tidak lupa adanya kerja sama pihak agen serta nakoda kapal Motor Vessel Great Creation berbendera Hongkong salah satu kapal yang akan mengadakan transhipment di kolam maka disetujui tempat berlabuh yang aman di dalam kolam.

Maka pada tanggal yang sama pada sore harinya Motor Vessel Great Creation dengan panjang LOA 175 meter berhasil masuk ke Pelabuhan Bengkulu dan mengadakan transhipment di kolam Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Rencananya Motor Vessel Great Creation akan membuat batubara sebanyak  28000 ton selama 4 hari.









Sunday, November 18, 2012

Pelabuhan Bengkulu Datangkan Kapal Tunda Dari Pelabuhan Banten

KT. Tirtayasa saat membantu kapal MT. Soechi Chemical  9 sandar
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap kapal-kapal yang keluar masuk Pelabuhan Bengkulu PT. Pelabuhan Indonesia II Cabang Bengkulu menambah armada kapal tunda yaitu kapal yang bertugas membantu kelancaran kapal-kapal besar sandar.

Kapal tunda Tirtayasa 1-212 tiba di Pelabuhan Bengkulu pada hari Jum'at tanggal 16 November 2012. 
Sampai saat ini Pelabuhan Bengkulu mempunyai tiga kapal tunda yaitu, KT. Bunga Raflesia, KT. Bintang Musi yang merupakan kapal tunda sewa serta KT. Tirtayasa 1-212.

Dengan terbitnya larangan Pemerintah Propinsi Bengkulu untuk kapal kapal besar mengadakan transipment batubara di Pulau Tikus, maka mengharuskan kapal-kapal besar yang akan memuat batubara tersebut untuk masuk dan sandar di Pelabuhan Bengkulu.

Pelayanan terhadap kapal kapal besar yang rata rata mempunyai panjang 190 meter dengan GT. 33000 serta DWT mencapai 56000 ton memang membutuhkan bantuan kapal tunda yang besar seperti KT. Tirtayasa tersebut. KT. Tirtayasa mempunyai horse power 2400 dengan mesin jenis schoutel sehingga dapat membantu menarik dan mendorong kapal dari segala arah dengan kekuatan yang penuh. 

Sampai saat ini arus masuk kapal kapal besar pengangkut batubara sedikitnya mencapai 5 kali kunjungan kapal setiap bulannya. 
Demikian juga dengan arus kapal-kapal kontainer mulai ramai memasuki Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang mencapai minimalnya 10 kunjungan kapal setiap bulan.

Seiring dengan pengerukan alur masuk Pelabuhan Bengkulu yang kini mencapai 12 M maka kinerja Pelabuhan Bengkulu dipertaruhkan guna melayani peningkatan arus barang menuju Pelabuhan Bengkulu.

Dengan bertambahnya armada pelayanan kapal akan meningkatkan kecepatan pelayanan barang sehingga membantu meningkatkan kecepatan distribusi barang ke tangan konsumen khususnya di Bengkulu pada umumnya.






Friday, November 9, 2012

Menggali Aset Yang Terpendam Di Pelabuhan Palembang

Site Plan Pelabuhan Sungai Lais Palembang
Sebelum memulai posting ini saya jadi ingat teori mengenai manajemen by walking arround. Pagi ini Sabtu saya sengaja bertandang ke rumah dinas Bapak Bambang Ruwadi. Beliau adalah Asisten Manajer bidang Perencanaan dan Pengendalian di Pelabuhan Palembang. Dari perbincangan yang ringan sampai perbincangan yang agak serius ceritanya. Saya jadi ingat pada posting saya terdahulu yang berjudul, "Saatnya Pelindo Melakukan Ekspansi,".

Berawal dari coofee morning yang dilakukan oleh Bapak Bambang Ruwadi Assisten Manajer Perencanaan dan Pengendalian Jasa Pelabuhan Palembang dengan beberapa pemerhati pelabuhan, ternyata di Pelabuhan Palembang masih ada saja asset yang menganggur tapi berproduksi. bingung khan..? Artinya belum berproduksi sebagaimana seperti yang diharapkan. Sebentar.., aset ini adalah Pelabuhan Rakyat di Sei Lais dan dermaga kapal cepat Express Bahari di Pelabuhan Palembang.

Yang pertama adalah Pelabuhan Sungai Lais yang mempunyai luas 118,24 Ha merupakan lahan yang belum sepenuhnya berproduksi selama ini. Pelabuhan Sungai Lais selama ini disewakan kepada PT. London Sumatera dan beberapa perusahaan lain yang menempati wilayah tersebut.
Salah satunya adalah di Pelabuhan Sungai Lais terdapat pelabuhan perahu layar rakyat yang sudah lama menempati areal tersebut.


Dengan alasan bahwa pelabuhan rakyat sudah lama menempati areal yang masuk dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan maka sebagian besar pemilik menganggap bahwa mereka tidak wajib membayar semua tarif tersebut.
Bertolak belakang dengan pandangan tersebut Assisten Manajer bidang Perencanaan dan Pengendalian Pelabuhan Palembang Bapak Bambang Ruwadi melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi ekternal guna memberi pemahaman kepada para pengguna jasa perahu layar agar mengikuti prosedur dan ketentuan yang ada di lingkungan Pelabuhan Palembang. Di samping itu juga mengadakan konsolidasi internal agar proses pemanfaatan aset pelabuhan rakyat Sungai Lais berjalan mulus.
Konsolidasi internal dilakukan dengan cara melakukan studi banding guna pengambilan data terhadap Pelabuhan Rakyat di Sunda Kelapa yang sebagian besar disinggahi oleh perahu-perahu layar seperti di Pelabuhan Sungai Lais.

Dengan beberapa kali pertemuan dengan pengguna jasa Pelabuhan di Sungai Lais dengan bekal data pembanding yang cukup akhirnya disepakati tarif terhadap semua perahu layar yang singgah di Pelabuhan Sungai Lais dengan kesepakatan semua pengguna jasa diharuskan membayar semua biaya tarif di atas dan disepakati mulai berlaku 1 Januari 2012 dan pengguna jasa pelabuhan Sungai Lais mempunyai kewajiban membayar semua biaya tarif tersebut selama 6 bulan ke ke belakang dari masa efektif berlakunya tarif baru tersebut.

Tercatat sampai dengan akhir tahun 2011, Pelabuhan Perahu Layar tidak dikenakan biaya penggunaan lahan ataupun tarif pelabuhan sebagaimana mestinya seperti:
  1. Tarif usaha pelayanan jasa pelabuhan.
  2. Tarif usaha industri maritim dan pembangkit energi.
  3. Tarif usaha industri pengolahan.
  4. Tarif usaha pariwisata dan pelayanan umum.
  5. Tarif instansi pemerintah dan sosial.
Yang kedua adalah dermaga kapal Express Bahari yang melayani angkutan penumpang dari Palembang ke Pulau Bangka. Kapal ini melayani pelayaran cepatnya minimalnya sekali dalam sehari kecuali mendekati hari-hari besar terkadang dua kali dalam sehari. Dua kapal cepat tersebut selama ini hanya dikenakan tarif sekali perbulan dengan alasan pemilik kapal bahwa kapal ini digunakan untuk pelayanan masyarakat luas. Sedangkan untuk tarif penumpang perorangan dikenakan tiket sebesar Rp. 185.000,00 sekali pelayaran dari Palembang ke Pulau Bangka.

Sekali lagi dengan dukungan data pembanding yang cukup Bapak Bambang Ruwadi selaku Assiten Manajer Perencanaan dan Pengendalian mengadakan pendekatan kepada pengguna jasa agar pembayaran biaya tambat kapal Express Bahari disesuaikan dengan kepatutan serta prosedur dan ketentuan yang ada.

Akhirnya kesepakatan penyesuaian pembayaran terhadap kapal-kapal cepat yang sandar di dermaga penumpang Pelabuhan Palembang disetujui antara PT. Pelindo dan PT. Kurmin pemilik kapal Express Bahari dengan ketentuan bahwa kapal Express Bahari akan membayar setiap kali kunjungannya di Pelabuhan Palembang.











 


Thursday, November 8, 2012

Selamat Datang Di Pelabuhan Bengkulu

MV.. SUN LUCIA singgah di Pelabuhan Bengkulu
Pelabuhan Bengkulu adalah Pelabuhan samudera yang terletak di tepi Barat Pantai Sumatera, Indonesia. Pelabuhan Bengkulu bernama Pelabuhan Pulau Baai yang terletak pada posisi 03' 54.493''S / 102' 18.286''E. Pelabuhan Pulau Baai terletak sekitar 15 km di Selatan dari pusat Kota Bengkulu, Indonesia.

Alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu sudah sekitar 1 tahun mengalami pengerukan. Alur lama yang hanya mempunyai kedalaman air terendah 3.5 meter. Setelah mengalami proses pengerukan yang dilakukan oleh kapal keruk Costa Blanka dari perusahaan Van Ord, Belanda, maka kedalaman alur Pulau Baai sekarang mencapai 11 - 12 meter pada air terendah. Sampai saat ini kapal dengan draf sekitar 10 meter dapat dengan aman keluar masuk Pelabuhan Bengkulu.

Seiring dengan keberhasilan pengerukan alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, maka meningkatnya arus barang dan jasa dapat diindikasi dengan meningkatnya kedatangan kapal-kapal yang sandar di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. 

Dimulai dengan kedatangan kapal-kapal asing yang hendak memuat muatan curah kering batubara yang berkisar berbobot mencapai 33.000 gross tonnage atau DWT 56.000 ton dengan panjang kapal 190 meter yang mencapai minimal 5 kali kunjungan kapal per bulan mulai meramaikan Pelabuhan Bengkulu. Disamping itu meningkatnya traffic untuk kapal-kapal kontainer yang mencapai lebih dari 10 kunjungan kapal per bulan. 

Kapal kontainer yang telah singgah di Pelabuhan bengkulu seperti kapal MV. Meratus Spirit 1 yang mencapai panjang 147.5 meter dengan kedalaman sarat mencapai 8.15 meter. Pelabuhan Bengkulu bekerja sama dengan pengguna jasa akan mendatangkan kapal lebih banyak lagi dan meminimalkan kapal menuggu baik di dermaga maupun di tempat berlabuh.

Perluasan dermaga sedang dilakukan dengan akan dibanggunnya dermaga khusus muatan crude Palm Oil CPO dan dermaga khusus muatan curah kering batubara.
Beberapa komoditi yang mendominasi ekspor di Pelabuhan Bengkulu adalah batubara, Crude Palm Oil beserta hasil olahannya, karet dan lain-lain.

Fasilitas Pelabuhan Bengkulu meliputi :

Fasilitas dermaga:
Panjang dermaga : 374 meters
Kedalaman alur : +/-12 meters
Kedalaman kolam : +/- 11 meters

Fasilitas Pelayanan Kapal :

Kapal tunda : 2 unit, 1 unit 1200 HP, 1 unit 2400 HP
Kapal Pandu : 1 unit.
Personil pandu  : 3 personel

Fasilitas Pelayanan Barang :

Lapangan penumpukan :7872 M2
Gudang penyimpanan  :  4200 M2
Diesel Forklif  : 6 unit
Mobile Crane 1 unit
Conveyer belt 2 unit
Hopper box 4 unit.

Dari segi pelayanan kapal, personil pandu di Pulau Baai Bengkulu siap melayanan kapal-kapal, baik kapal asing maupun kapal dalam negeri dengan cepat dan sesuai waktu permintaan dengan mengedepankan zerro waiting time.

 "Selamat datang di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu,"


Tuesday, August 21, 2012

Indonesia Port Corporation Repositioning Model Pelabuhan Indonesia II

Indonesia Port Corporation atau IPC nama baru dari PT. Pelabuhan Indonesia II merupakan implikasi dari upaya memperbaiki pelayanan terhadap pengguna jasa pelabuhan di lingkungan PT. Pelabuhan Indonesia II yang berpusat di Jakarta.

Sebetulnya posting saya kali ini masih dilatarbelakangi oleh pertanyaan rekan kerja saya yang datang ke rumah saya setelah melihat acara teve mengenai perubahan logo baru PT. Pelabuhan Indonesia II menjadi Indonesia Port Corporation. Pertanyaan rekan saya begini, "Kenapa sih PT. Pelabuhan Indonesia musti berganti nama menjadi Indonesia Port Corporation?"

O, iya nama bisnis ini erat kaitannya dengan logo bisnis karena itu nama dan logo bisnis hendaknya saling berkait agar mempermudah konsumen mengingat nama bisnis tersebut dengan harapan merek atau logo kemudian dapat menjadi top of mind (menjadi kata kunci yang paling dicari konsumen di google misalnya) di benak konsumen.

Menurut saya alasan PT. Pelabuhan Indonesia II mengganti nama menjadi Indonesia Port Corporation atau disingkat IPC adalah suatu tindakan repositioning dalam strategi pemasaran.

Sebelum bicara repostioning maka terlebih dahulu kita mengetahui apa itu positioining? Menurut Kotler (1997:262), "Positioning is the act of designing the company's offer so that is accupies a distinct an velue placed in the customer mind." Maknanya, mencari 'posisi' di dalam pasar. Langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai. Dengan kata lain positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen di dalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan,  dibandingkan dengan pesaingnya.

Adapaun rumusan positioning yang dilakukan Kenna (1985:37) menjelaskan bahwa perusahaan pada waktu akan mengadakan produk positioning perlu mempertimbangkan 4 hal kunci utama yang disebut sebagai The Golden Rules Of Product yaitu :
  1. Perusahaan perlu mengikuti trend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
  2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
  3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu, misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan yang besar dalam kolam yang kecil daripada menjadi ikan yang kecil dalam kolam yang besar (It's better to big fish in a little pond)  
Menurut Lamb, Hair, McDaniel (2003: 203), repositioning adalah merubah persepsi relasi brand menjadi kompetisi brand. Reposisi suatu produk barang atau jasa (repositioning) dilakukan oleh badan usaha terhadap produknya bertujuan untuk menempatkan suatu posisi yang unik di benak konsumen, sehingga konsumen diharapkan akan memiliki suatu kesan tertentu terhadap merek tertentu. Kesan ini adalah brand image. Demikian pula sebaliknya brand image yang tercipta pada suatu merek dibentuk dan dipengaruhi usaha-usaha repositioning yang dilakukan oleh badan usaha. Hasil yang didapat dari kesuksesan strategi reposisi sutu produk (repositioning strategy) adalah berupa suatu citra merek yang berbeda dan tertanam di benak konsumen dan dipercaya oleh konsumen di dalam melakukan aktivitas pemilihan produk. Secara psikologis konsumen akan cenderung untuk mengadopsi suatu jenis produk yang mempunyai citra merek yang kuat dan unik karena menawarkan sesuatu yang lain dengan yang ditawarkan pesaing.

Dalam hal ini Indonesia Port Corporation ingin merubah image di mata pengguna jasa bahwa perubahan di badan usaha ini tengah berlangsung dan akan terus berlangsung untuk memenuhi keinginan pengguna jasa menuju kepuasan pengguna jasa serta ingin membuka cara pandang segenap karyawannnya untuk mengadakan perubahan dengan kesadaran memberikan pelayanan yang optimal kepada semua pengguna jasanya.




Sumber :  Jokosusilo.com














Wednesday, March 28, 2012

Port Of Palembang Guide Entry

Pada posting kali ini saya akan menjelaskan mengenai detail alur Pelabuhan Palembang dan cara memasukinya supaya kapal-kapal dapat berlayar di perairan wajib pandu Pelabuhan Palembang dengan lancar dan aman. Saya merasa berhutang kalau tidak segera menerbitkan posting ini karena saya setiap hari melayari perairan ini. Okey.., kalau begitu langsung saja kita mulai.

Pelabuhan Palembang yang berjarak sekitar 55 mil laut dari Muara Sungai Musi merupakan pelabuhan sungai yang ramai dikunjungi kapal di Indonesia, baik kapal lokal, nasional maupun kapal asing. Alur masuk Pelabuhan Palembang kita mulai dari alur muara Sungai Musi yang berjarak 9 mil laut dari Stasiun Pandu Tanjung Buyut.

Terlebih dahulu saya akan menjelaskan menganai buoy-buoy perambuan yang ada di muara Sungai Musi sebagai berikut :

1. Posisi buoy Kerangka (Wreck Buoy) terletak pada  02o 11’ 900’’ S / 104o  55’ 590’’ E. 
2. Posisi buoy Luar (Outer Buoy) terletak pada 02o 12’ 000’’ S / 104o  55’ 530’’ E. 
3. Posisi buoy No. 1 (Green Buoy No. 1) terletak pada 02o 12’ 540’’ S / 104o  55’ 320’’ E. 
4. Posisi buoy No. 2 (Red Buoy No. 2) terletak pada 02o 12’ 410’’ S / 104o  55’ 570’’ E. 
5. Posisi buoy No. 3 (Green Buoy No. 3) terletak pada 02o 15’ 500’’ S / 104o  55’ 300’’ E. 
6. Posisi buoy No. 4 (Red Buoy No. 4) terletak pada 02o 15’ 000’’ S / 104o  55’ 560’’ E

Perlu anda ketahui bahwa alur muara Sungai Musi sudah berubah lurus mulai tahun 2008. Mungkin akan menimbulkan tanda tanya di benak anda bahwa kondisi alur yang sebenarnya tidak seperti yang tercantum di peta. Bukan karena peta anda tidak update tapi karena memang belum masuk dalam update baik peta Indonesia maupun peta produksi British Admiralty.

Sebagai tambahan panduan anda masuk dari Muara sungai Musi sambai Stasiun Pandu Tanjung Buyut akan saya jelaskan detail posisi waypont-waypoint yang harus anda lewati. Silahkan anda plot di peta posisi-posisi waypoint tersebut di bawah ini dan jangan lupa masukkan waypoints-waypoint tersebut dalam program GPS navigator anda :
  1. Waypont 1 terletak pada posisi : 02o 10’ 800’’ S / 104o  56’ 200’’ E
  2. Waypoint 2 terletak pada posisi : 02o 11’ 850’’ S / 104o  55’ 300’’ E
  3. Waypoint 3 terletak pada posisi : 02o 12’ 500’’ S / 104o  55’ 400’’ E
  4. Waypoint 4 terletak pada posisi : 02o 15’ 900’’ S / 104o  55’ 400’’ E
  5. Waypoint 5 terletak pada posisi : 02o 20’ 000’’ S / 104o  55’ 000’’ E
Perairan Sungai Musi adalah perairan wajib pandu untuk kapal-kapal yang berukuran 500 GT atau lebih. Anda dapat menjemput pandu di dekat buoy pandu (outer buoy) di muara Sungai Musi dan dimungkinkan untuk menunggu pandu di depan Kepanduan Tanjung Buyut di dekat waypoint no. 5 tersebut di atas.

Sebagai informasi lanjut untuk anda kami informasikan bahwa LWS (Low Water Spring) yaitu air terendah di Muara Sungai Musi berkisar 5 sampai 6 meter. Sedangkan di Selat Jaran yang berkisar antara 4 sampai 5 meter sedangkan air pasang tertinggi mencapai 3.8 meter. Informasi ini kami dapatkan secara aktual dan terpercaya berdasarkan sounding kapal-kapal yang melintas di alur Sungai Musi.

Untuk mengetahui ketinggian air pasang surut di alur pelayaran wajib pandu Pelabuhan Palembang anda bisa download Palembang sailing draft dan Palembang tide table disini selengkapnya.

Okey.., Selamat datang di Pelabuhan Palembang.