Sunday, July 13, 2014

Download Tabel Pasang Surut Pelabuhan Bengkulu

Mv. Denso Leopard Shifting To Berth Bengkulu
Pelabuhan Bengkulu sekarang ini sudah mengalami pendalaman yang luar biasa. Kenapa..? Karena alurnya Pelabuhan Bengkulu telah dikeruk sampai kedalaman maksimal 14 meter di air pasang terendah. Yang paling membuat kita tenang adalah adanya pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II atau Indonesia Port Corporation II Cabang Bengkulu yang senantiasa berusaha mempertahankan kedalaman alur masuk Pelabuhan Bengkulu agar kedalamannya senantiasa terjaga untuk masuk kapal besar. 

Contohnya saat tulisan ini dirilis Pelabuhan Bengkulu sedang mengalami pengerukan pemeliharaan yang rutin dilakukan secara berkala setelah vakum selama enam bulan. Kedalaman terakhir Pelabuhan Bengkulu adalah 10.5 meter pada kedalaman air pasang terendah maka dari itu harus dilakukan pemeliharaan rutin lagi untuk mengembalikan kepada kedalaman 14 meter.

Menurut penulis yang setiap hari bekerja di bidang pemanduan di Pelabuhan Bengkulu, pengguna jasa tidak perlu khawatir mengenai pendangkalan yang terjadi di alur Pelabuhan Bengkulu. Kenapa? Karena pemeliharaan kedalaman alur akan dan telah dilakukan oleh PT. Indonesia Port Corporation Cabang Bengkulu bekerja sama dengan PT. Pengerukan Indonesia dan perusahaan dari Belanda yang mendatangkan kapal keruk HAM 312 yang memelihara kedalaman alur Pelabuhan Bengkulu.

Sampai saat ini Pelabuhan Bengkulu telah dimasuki kapal kapal panjang rata rata 190 hingga 197 meter dengan draft maksimum 10.85 meter untuk pemuatan di rede sedangkan untuk pemuatan di dermaga Samudera draft maksimal 9.97 meter. Sedangkan untuk kapal kontainer yang sandar di dermaga nusantara draft maksimal yang kita alami adalah 8.5 meter.

Disamping alur pelabuhan Bengkulu yang sudah terpelihara kami juga mengandalkan kekuatan pasang surut yang berkisar 1.2 meter pasang tertinggi untuk memastikan kelancaran pemanduan sehingga pengguna jasa dapat menyakinkan kapalnya berlayar dengan aman keluar dan masuk di Pelabuhan Bengkulu.

Sebagai referensi kami persilahkan download here. Tabel Pasang Surut Pelabuhan Bengkulu






Tuesday, January 28, 2014

Kredibilitas Seorang Nakhoda MV. Pulau Baai

MV. Pulau Baai
Apa tugas seorang nakhoda? Saya akan menjawab dengan singkat  saja," Bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan kapal, awak kapal dan muatannya dalam pelayarannya dari pelabuhan keberangkatan sampai pelabuhan tujuan, titik."  Cukup singkat bukan? Saya jawab," BUKAN ! Saya sengaja memakai huruf besar untuk mengatakan bukan. Kenapa?

Begini, sebelum kapal berangkat ke pelabuhan tujuan nakhoda harus mengumpulkan data yang cukup mengenai pelabuhan tujuan yang akan kita singgahi termasuk karakter pelabuhan secara detail. Ditambah lagi data rute yang akan dilalui kapal kita nanti. Apakah rute yang akan kita lalui sudah aman? Ada kemungkinan cuaca buruk yang dapat mengancam keselamatan kapal atau tidak? Ada kemungkinan ada situasi keamanan yang dapat mengancam perjalanan kapal kita apa tidak? Kalau ada kita harus bagaimana? Apa yang harus kita siapkan? Semuanya seharusnya sudah ada di dalam perencanaan seoarng nakhoda. Apakah kapal sudah punya perbekalan yang cukup untuk melakukan perjalan jauh dan medan yang sulit ini? Kalau belum ya siapkan dari awal. Apa.....? Siapkan semuanya.... Apa...? Siapkan semua perencanaan dari awal termasuk termasuk plotting personel awak kapal yang kompeten. Minta kepada perusahaan untuk melengkapi kapal ini dengan awak kapal yang benar-benar kompeten di bidangnya. Saya bilang kompeten di bidangnya? Kenapa, karena kita kemungkinan akan melewati rute yang biasa dilalui cuaca yang sangat ektrim serta rute bajak laut yang dapat mengganggu keamanan kapal kita nanti. Tentunya kita tidak mau digulung badai dan dibajak di laut, bukan?

Seandainya dalam perjalanan kita harus melakukan deviasi untuk menghindari cuaca buruk untuk menghindari badai atau situasi yang mengancam keselamatan apa yang harus kita lakukan? Kita menghindar kemana? Semua pertanyaan ini harus sudah ada dalam perencanaan seorang nakhoda sebelum kapal berangkat.
Di dalam melakukan deviasi rute pelayaran kita tidak merubah pelabuhan tujuan hanya saja kita memilih jalur arternatif untuk menghindari bahaya yang mengancam keselamatan awak kapal.

Di dalam menghadapi marabahaya dua orang perwira kapal yaitu sorang perwira radio dan seorang perwira dek kapal tersebut mengalami kecelakaan diakibatkan adanya perampok yang sempat naik ke kapal. Kedua perwira kapal tersebut mengalami luka tembak di lengan dan kakinya mengakibatkan peluru bersarang di pangkal lengan dan kakinya.

Pertanyaannya adalah, "Apa yang seharusnya tindakan yang dilakukan oleh Nakhoda kapal MV. Pulau Baai?
Setelah melalui pemeriksaaan ternyata perwira yang kapal bagian pengobatan sudah tidak sanggup untuk memberikan pertolongan akibat luka tembak yang dideritanya dan menasehatkan nakhoda untuk segera minta bantuan ke darat atau mendekatkan kapal ke pelabuhan terdekat dan mengirimkan orang kedua perwira tersebut yang terluka parah agar segera mendapat pertolongan.
Setelah nakhoda menghubungi stasiun international urusan kesehatan melalui satelite dan disarankan memberikan pertolongan yang sungguh sungguh di atas kapal agar korban dapat bertahan untuk segera menuju pelabuhan terdekat untuk segera meminta pertolongan agar kedua korban selamat.

Sebagai seorang nakhoda, dia harus bijak. Mengapa? Ada beberapa kerugian bila kedua personel tersebut tetap berada di atas kapal.
  1. Kondisi kedua orang perwira tersebut  tersebut akan semakin parah kalau tidak segera mendapatkan pertolongan.
  2. Kedua orang perwira tersebut kalaupun dapat bekerja, dipastikan tidak dapat bekerja dengan baik atau normal kembali dan akan mengganggu perjalanan MV. Pulau Baai ke pelabuhan tujuan.
  3. Kita akan mengalami ancaman yang lebih berat lagi bila mengalami keadaan serupa dengan keterbatasan sumber daya personel yang ada bila kedua perwira kapal yang terluka parah tidak diganti dengan personel yang sehat dan kompeten.
Sebaiknya sebagai seorang nakhoda seharusnya mengambil keputusan yang cepat dan tanpa ragu-ragu untuk memberikan pertolongan yang segera dan mengirim kedua perwira kapal yang terluka tersebut ke pelabuhan terdekat dan biarkan dokter di pelabuhan terdekat yang memberikan pertolongan. 
Dan sebagai seorang nakhoda seharusnya pula meminta pengganti untuk kedua orang perwira yang terluka parah tersebut kepada bagian operasi kapal di kantor pusatnya agar kapal segera dapat berjalan dengan lancar dan cepat menuju pelabuhan selanjutnya.

Di sinilah kredibilitas nakhoda MV. Pulau Baai dipertaruhkan hendak mempertahankan kedua orang yang terluka parah tersebut di kapal atau secepatnya mengirim ke darat untuk segera mendapatkan pertolongan.

Tulisan ini adalah sebuah ilustrasi mudah-mudahan bermanfaat.










Wednesday, January 1, 2014

Manajemen Perubahan Ala James Gwee

James Gwee
Sebelum memulai posting ini tidak lupa saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014. Semoga di tahun 2014 yang katanya tahun Shio Kuda yang merupakan simbol pekerja keras dan jujur serta elemen air yang menggambarkan masalah akan mudah mengalir seperti air ini kita akan lebih semangat dalam bekerja keras...dan keras lagi. Tentunya banyak PR di tahun 2013 yang masih harus dilanjutkan di tahun ini. 

Perubahan.. perubahan.. perubahan.. Saya jadi ingat sama bukunya James Gwee yang saya beli 3 tahun lalu di pelabuhan sebelumnya, Palembang. Kata kata ini sering kita dengar namun perlu perjuangan untuk melakukannya. Masih hangat di ingatan kita ada beberapa gejolak yang dapat terjadi terutama apabila perubahan dilakukan di organisasi perusahaan. Mari kita tengok apa dan bagaimana hal ini dapat terjadi melalui kaca mata seorang James Gwee, MBA seorang Director dari Education and Training sebuah perusahaan konsultan dan training yang bermarkas di Singapore.

Setiap kali mendengar kata kata perubahan, reaksi pertama kebanyakan orang adalah kaget, gelisah, jengkel, marah, menolak.. Dari urusan jam penerbangan, janji meeting, pengiriman barang, spesifikasi produk, sampai perubahan peraturan daerah atau pemerintah.

Hal yang sama terjadi dalam setiap perusahaan. Sekalipun sudah dijelaskan bahwa perubahan itu dimaksudkan untuk kebaikan bersama, tidak serta merta para karyawan mau menerima dan mendukung pelaksanaan kebijakan atau aturan baru tersebut. Mereka beranggapan bahwa perubahan ini merupakan ancaman bagi mereka.

Sejujurnya dari sharing-sharing banyak teman yang mengelola perusahaan, sering kali resistensi atau penolakan terhadap perubahan itu berasal dari segelintir orang umumnya karyawan lama, atau mereka yang kurang produktif yang selama ini sudah merasa nyaman dengan pekerjaan dan posisinya kata James Gwee.

Saat manajeman mengumumkan beberapa perubahan baru untuk melakukan perubahan, yang muncul dalam benak mereka adalah, "Jangan-jangan aku harus sering kerja lembur," "Waduh, jangan-jangan fasilitas dan tunjangan yang selama ini ada akan dihapuskan," "Jangan-jangan posisiku akan digeser oleh orang lain," "Waduh, jangan-jangan aku gak bisa leluasa YM-an, chatting dan fb-an lagi..... dan masih ada berderet-deret kecemasan dan ketakutan yang belum tentu akan terjadi... Dan kalaupun itu terjadi lebih karena yang bersangkutan tidak mau ikut berubah.

Berbagai ketakutan itulah yang mendorong mereka mencari atau lebih tepatnya menghasut teman-teman lain yang sebenarnya bersifat terbuka dan antusias terhadap perubahan. Modelnya bisa bisa bermacam-macam: agresif "mengompori" teman teman bahwa itu adalah cara perusahaan mengurangi karyawan secara halus, menghemat biaya, menaikkan profitabilitas dan lain-lain. Atau mencari-cari alasan bahwa kebijakan dan aturan yang selama ini berlaku sudah baik dan perusahaan tetap berdiri kokoh. Mereka tidak sadar bahwa pesaing sudah mulai mengalahkan perusahaannya, katanya.
Jadi ingat posting saya terdahulu yang berjudul,"Saatnya Pelindo Melakukan Ekspansi,"

Benar, bahwa setiap perubahan yang kita lakukan belum menjadi jaminan seratus persen akan mendatangkan kebaikan seperti yang kita harapkan. Karena itulah saya menyebut perubahan sebagai proses perpindahan perpindahan dari zona nyaman ke zona bahaya (from comfort zone CZ to danger zone DZ). Bahaya dalam artian belum ada kepastian mengenai kondisi setelah perubahan kita lakukan. Tapi satu hal yang jelas, kalau perubahan tidak kita lakukan bisnis kita bisa bangkrut, mati...
   
Dan bila itu terjadi yang paling duluan kena imbasnya adalah para karyawan, terutama mereka yang kinerjanya pas-pasan, tidak punya kreativitas, tidak punya semangat berkompetensi tinggi, tidak mau diajak berubah sesuai tuntutan perusahaan.

Sebaliknya, bila mereka bersedia dan antusias dengan perubahan yang digulirkan majemen dan akhirnya perusahaan lebih maju dan lebih berkembang, mereka jugalah yang akan merasakan manfaatnya.

Alasan kenapa orang tidak mau berubah.
  1. Yang lama sudah terbukti bagus. Alasan ini disampaikan karena apa yang telah mereka lakukan di masa lampau sudah terbukti bagus, lancar dan mulus. Jadi buat apa berubah dan meninggalkan sesuatu yang sudah pasti menuju sesuatu yang belum pasti?
  2. Rasa takut. Jika ditelusuri lebih lanjut mereka enggan berubah karena takut. Kalau melakukan kebiasaan lama mereka sudah mengetahui resiko dan konsekwensinya. Sedangkan perubahan membuat satu wilayah baru yang tidak jelas dampaknya buat mereka.
  3. Rasa curiga, Rasa curiga sering hinggap mana kala terjadi perubahan apalagi jika atasan tidak akrab dengan bawahan. Para bawahan merasa ada udang di balik batu. Mereka mengingatkan rekan-rekan lainnya untuk waspada akibat tindakan atasan ini. Akibatnya perubahan tidak terjadi.
  4. Asosiasi positif dan negatif. Mungkin ini alasan yang paling menarik kenapa orang enggan berubah. Kita semua tahu bahwa insting dasar kita sudah terprogram dalam diri kita masing-masing untuk mencari keamanan dan menghindari bahaya atau kesengsaraan. Kita cenderung mengasosiakan tindakan A atau yang lama sebagai tindakan yang aman karena sudah terbukti, tidak terlalu beresiko, nyaman dan sebagainya. Di sisi lain kita selalu mengasosiakan tindakan B sebagai hal yang belum terbukti, berisiko , tidak nyaman dan berbahaya. Jadi kita harus mengubah asosiasi untuk mengakali insting dasar manusia. Kita perlu menjelaskan, membuktikan, dan meyakinkan diri kita dan bawahan kita bahwa mempertahankan tindakan A sesungguhnya akan sangat berbahaya. Kenapa...? karena jika tidak berubah anda akan dikalahkan oleh pesaing, anda akan kehilangan karyawan terbaik, anda bisa bangkrut, pasangan anda bisa jadi meninggalkan anda, keluarga anda mungkin berantakan dan lain sebagainya. Bila ini terjadi, zona nyaman sesungguhnya tidak akan nyaman lagi dan mau tidak mau akan memaksa kita meninggalkan tindakan A. Pada saat yang sama kita mengasosiaikan tindakan B dengan berbagai hal yang positif. Setelah berhasil berubah kita akan menikmati manfaat perubahan, sukses, gembira, dihormati, lebih punya waktu santai, keluarga bahagia, kesehatan yang baik, semua hal yang baik dalam hidup. Hal ini otomatis membuat kita bergerak menuju tindakan B.
Dalam perubahan ada 3 tipe orang :
  1. Tipe kelompok orang yang menyadari betapa pentingnya perubahan untuk kemajuan, disebut Gung Ho. Gung Ho adalah orang yang mempunyai sikap positif dan selaku mendukung upanya manajemen untuk pindah dari comfort zone CZ ke danger zone DZ. Mereka  siap dan mampu menghadapi hambatan mental dan mau berubah demi kemajuan. 
  2. Tipe kelompok W&S (Wait and See). Orang orang ini memilih untuk menunggu (wait) dan mengamati (see) apakah Gung Ho sanggup melakukan perubahan atau tidak. 
  3. Tipe kelompok Bruce Willis. Kenapa disebut Bruce Willis? Karena Bruce Willis begitu terkenal di film "Die Hard". Orang-orang ini alot, tidak pernah mau berubah sampai kapanpun. Sekalipun kelompok W&S sudah teriak-teriak, "Ayo jalan..., dong!" respon Bruce Willis enteng saja, " Ya, silahkan jalan, saya disini saja.".
Masalah mereka bukanlah insentif anda yang kurang menarik tetapi karena mereka sudah kelewat nyaman. Obatnya harus lain.. Supaya meraka jalan anda harus membuat tempat nyaman mereka menjadi tidak nyaman
Kejam tapi nyata memang. Ibaratnya anda memberikan api alias tekanan di bawah kursi mereka. Dulu mereka adhem-adhem saja, sekarang sudah mulai panas. Dulu mereka berpikir bosnya enak, sekarang nyentrik. Ada orang seperti itu , bukan? Berikan tekanan maka mereka mengeluh. Parahnya mereka sering kali tetap tidak bergerak, maka "api" itu perlu ditambah.
Setelah panasnya ditambah, berikan "semut merah" alias tekanan tambahan. Sudah panas digigit pula. Maka merekapun bangun.  Ketika Bruce Willis bangun ada dua reaksi yang mungkin muncul. Pertama dia bangun dan mengikuti anda. Selamat!, anda telah berhasil membuat kelompok Bruce Willis keluar keluar dari comfort zone CZ ke danger zone DZ. Perubahan mulai terjadi. Reaksi kedua adalah dia bangun dan mengundurkan diri. Selamat!, kelompok anda terbebas dari orang-orang alot. Doa anda terjawab sudah.. 

Tetapi di dalam buku ini dicontohkan bahwa tidak semua kelompok Bruce Willis ini jelek lho. Di dalam buku ini dicontohkan bahwa ada tempat kursus komputer yang pesertanya adalah guru-guru dari berbagai usia yang diletakkan dalam satu kelas. Kelompok pertama yang terdiri guru-guru yang baru lulus dari universitas. Masalah komputer tentu jagonya. Mereka tidak ada hambatan sama sekali ketika mengikuti kursus komputer (kelompok Gung ho)
Kelompok kedua guru-guru yang sudah lama mengajar. Kelompok inipun dapat mengikuti kursus dengan baik, walaupun terkadang intruktur harus menerangkan dua kali terhadapat materi yang diberikan.(kelompok W & S)
Kelompok ketiga terdiri dari guru-guru senior dan mendekati pensiun. Ada juga yang sudah pensiun tetapi masih aktif karena fisiknya masih kuat. Kelompok ini di dalam kelas yang paling sering mengeluh dan bilang kami tidak bisa melakukannya. Kelompok ini juga sering melakukan protes dengan berbagai alasan. (kelompok Bruce Willis)
Akhirnya tempat kursus mencari akar permasalahan yang sebenarnya. Akhirnya ditemukan jawaban bahwa kelompok ketika sering mengeluh dan protes karena mereka merasa gengsi bergabung dengan guru-guru muda kalau mereka tidak bisa. Karena kebiasaan di sekolah guru-guru senior sangat dihormati oleh guru-guru junior jadi mereka merasa gengsi kalau tidak bisa.
Disimpulkan bahwa tempat kursus harus dibagi tiga kelas, kelompok guru-guru yang baru lulus, kelompok guru-guru yang sudah berpengalaman dan kelompok guru-guru senior. Setelah dipisahkan semua kelompok guru-guru dapat kursus dengan lancar. Bahkan kelompok guru senior lebih lebih antusias dibanding guru lainnya karena dengan belajar komputer mereka dapat menginstall games kesukaan mereka.

7 langkah sukses memimpin dan mengelola perubahan.
  1. Mengantisipasi perubahan. Ini menyangkut mindset. Anda harus mempersiapkan tim yang sigap, mengubah mindset tentang perubahan dan selalu siap berubah.
  2. Mengidentifikasi perubahan. Agar terus berkembang dan memenangi persaingan, ada banyak perubahan yang harus dilakukan. Mengingat sumber daya dan waktu yang terbatas, perubahan mana saja yang perlu dilakukan dan perubahan mana yang bisa ditunda. Harus ada prioritas dalam perubahan.
  3. Menjual perubahan. Menurutnya ini adalah langkah paling penting. Apabila ini dilakukan dengan baik, tim anda akan lebih mau dan semangat untuk berubah dan sebaliknya.
  4. Menggalang sumber daya untuk perubahan. Apabila anda menjalankan langkah nomor 4 dengan  baik, orang-orang anda akan bersemangat untuk berubah. Anda harus segera menggalang sumber daya sehingga mereka melihat bahwa anda telah melakukan perubahan. Namun kalau anda tidak ada gerakan apapun semangat mereka akan pudar.
  5. Mendobrak zona nyaman. Langkah ini sangat penting untuk mendukung serta memperlancar dan mempercepat proses perubahan.
  6. Memberikan penghargaan. Sangat penting untuk menghargai mereka yang sudah berubah untuk mencapai sukses serta untuk menunjukan kepada kelompok W&S bahwa anda menepati janji reward anda.
  7. Belajar dari pengalaman. Selamat! Anda telah berhasil memimpin dan mengelola tim anda untuk melakukan perubahan. Anda telah selesai melewati satu putaran dan siap melanjutkan ke putaran selanjutnya.
Kalau udah baca dishare ya...

"He who rejects change is the architect of decay.
The only human institution which reject progress is the cemetery." 
====HAROLD WILSON====



Sumber : James Gwee




Sunday, December 15, 2013

Singapore Aku Ikut Kamu

Di Seberang Patung Singa
Ke Singapore aku ikut kamu.....uuu...uuu...Kayak lagu aja... Singapore.. Singapore.. Singapore.. Kalau kita bicara Singapore tentu kita akan terkesan dengan pelabuhan yang super sibuk di dunia. Konon mencapai 3000 gerakan kapal per hari. Woowww... Fantastic..!  Karena memang negara tersebut sangat peduli dengan pelayanan kapalnya. Mungkin kita sering mendengar bahwa negara Singapore adalah negara jasa artinya sumber pendapatan negara Singa tersebut memang sebagaian besar berasal dari sektor jasa terutama jasa pelabuhannya.
Jadi ingat posting saya terdahulu yang berjudul, "Budaya Pelayanan Jasa Pelabuhan."

Waktu saya bertandang ke negeri Singa untuk yang terakhir kalinya pada 6 Oktober 2013 memperjelas perpendaharaan kata saya mengenai negeri jiran kita itu. Kami sebetulnya berkunjung ke Batam saja pada awal mulanya. Setelh puas melakukan kunjungan wisata ke Batam termasuk melihat jembatan Burelang serta kunjungan wisata mallnya, maka hari berikutnya kami dan beberapa rekan kerja akhirnya menginjakkan kaki di negeri Singa tersebut.

Setelah 45 menit kami menyeberang dengan kapal cepat Batam ferry akhirnya kami tiba di Singapore. Entah kenapa sampai di tempat pengecekan imigrasi Singapore rekan kerja perempuan saya yang bernama El mendapat pengecualian pemeriksaan imigrasi. Pemeriksaan El membutuhkan waktu hampir 1 jam di dalam kantor imigrasi. Kelihatannya sih masalah pakaian yang dikenakannya. Memang kalau melihat pakaian El yang tertutup rapat dan berwarna hitam semua memang sepintas hampir mirip sama pakaian istri-istri teroris yang sering kita lihat di teve...hehe.. Sambil berguman saya bertanya kepada guide kita dari Singapore. Dia bilang, kalau di penyeberangan ini memang paling ketat pemeriksaan imigrasinya. Dan kalau sedang diperiksa tidak boleh seorangpun termasuk guide ikut campuri pemeriksaan atau mendampingi pemeriksaan tersebut. Tidak, hal ini tidak boleh didampingi. Biarkan sesuai aturan yang berlaku. Kalaupun tidak lewat paling disuruh balik Batam lagi katanya. Untungnya kurang dari 1 jam El sudah dapat keluar dari kantor imigrasi setelah melalui pemeriksaan khusus. Itulah Singapore... Semua harus ikut aturan yang berlaku.

Setelah semua anggota lengkap guide kita hari Singapore mengajak kita ke sebuah bis yang telah disediakan. Dia bercerita bahwa Singapore tidaklah luas hanya setenagah jam perjalanan dari ujung Selatan ke Utara menggunakan kendaraan. Karena luasnya yang sangat terbatas itu maka kami harus dapat memanfaatkannya dengan sangat baik. Kami mengembangkan semua sektor jasa dan perdagangan sehingga kami menjadi negara maju. Kami juga mengadakan reklamasi pulau sehingga kami mempunyai area lebih. Setelah dilakukan penimbunan terhadap laut maka dibiarkan selama 5 tahun sehingga melewati uji tes terhadap kekuatan tanahnya sebelum didirikan bangunan di atasnya. Katanya menjelaskan proses reklamasi di negara tersebut.

Setelah berputar-putar keliling kota Singapore, kami mengunjungi patung Singa yang terletak tidak jauh dari pelabuhan. Kembali guide kita bilang, di sini tidak boleh buang sampah sembarangan. Semua sampah ada tempatnya. Juga tidak boleh bawa makan ke mobil. Benar saja setiap saya hendak membuang sampah, maka tinggal melihat sekeliling saja pasti terdapat tempat sampah. Jadi tidak heran kalau di Singapore masalah sampah memang sangat ketat.

Iseng iseng saya tanya kepada rekan saya, " Berani kamu buang sampah sembarangan di sini?" Ah, ya gak lah..," jawab rekan saya sambil menatap cepat ke wajah saya.
Mungkin muncul di benak anda kenapa seseorang bisa berubah drastis setelah pindah dari satu tempat ke tempat lain yang notabene kondisinya jauh lebih bagus? Apa yang bisa membuat orang tersebut berubah di tempat lain tersebut? Jawab saya, "Karena sistem hukum dan pelayanan mereka sudah berjalan  baik, titik."

Ke Singapore aku ikut kamu...



















Saturday, August 24, 2013

Pelabuhan Bengkulu Mercusuar Indonesia Di Pantai Barat Sumatera

Kapal keruk HAM 312
Jadi ingat ketika saya datang pertama ke Pelabuhan Bengkulu aura perkembangan Pelabuhan Bengkulu sudah terlihat di mata saya. Kenapa? Jawabnya simpel, "Karena alurnya sudah dikeruk mencapai 11 sampai 12 meter, titik!" Cukup tegas dan jelas jawaban saya, bukan...?  Ha..ha...

Dengan kedalaman alur yang mencapai 11 sampai 12 meter bahkan target pengerukan mencapai kedalaman 13.5 meter di air pasang terendah LWS maka segala peluang bakal menghampiri Pelabuhan Bengkulu di masa yang akan datang.

Pertama, arus kedatangan kapal bakal meningkat tajam karena kendala di pintu Pelabuhan Bengkulu sudah hampir tidak ada. Yang pasti jumlah kapal yang besar akan lebih banyak memasuki Pelabuhan Bengkulu. 

Kedua, dengan bertambahnya peningkatan arus kapal yang memasuki Pelabuhan Bengkulu maka suka atau tidak suka, mau atau tidak mau akan tumbuh pembangunan infrastruktur pelabuhan di dalamnya seperti dermaga, jetty, dolphin, sarana pergudangan, lapangan penumpukan, pertumbuhan jalan dari dan ke arah Pelabuhan Bengkulu dan lain sebagainya.

Ketiga, para investor tidak malu-malu tapi mau akan merapatkan posisinya ke Pelabuhan Bengkulu. Misi mereka adalah mendekatkan diri dengan mendirikan gudang ataupun lapangan penumpukan yang dengan mudah ke akses Pelabuhan Bengkulu.

Dari ketiga peluang tersebut harus dapat kita jawab dengan peningkatan kinerja dari sumber daya manusia di Pelabuhan Bengkulu itu sendiri. Ada beberapa hal yang sangat penting namun kadang kita sering lupa bagaimana memberikan motivasi kepada karyawan kita. 

1. Selalu mengingatkan tentang visi dan misi perusahaan. 
Orang yang bekerja dengan sebuah misi yang mereka anggap 'mulia' akan cenderung bekerja lebih keras. Mungkin saya perlu mendefinisikan mengenai visi dan misi perusahaan. 
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut di masa yang akan datang.
Misi adalah pernyataan apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan tersebut dalam usahanya untuk mencapai visi tersebut.

Sedangkan visi dan misi perusahaan kami adalah :
Visi
Sebagai mitra pelopor yang handal, menjadi kelas terbaik di bidang pelabuhan & layanan logistik dengan cara membuat satu perusahaan menarik untuk karyawan dan mendukung pertumbuhan nasional. 
Misi
  • Memastikan kualitas layanan pelabuhan dengan jaringan logistik terbaik guna memenuhi harapan stakeholder (pelanggan, pemegang saham, karyawan, mitra dan pengatur).
  • Memastikan kelancaran dan keselamatan kapal serta lalu lintas kargo untuk memastikan efisiensi biaya logistik dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara. 
  • Memastikan produktivitas cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis.
Lebih jelas lagi kalau kita kutip dari pesan dari Direktur Indonesia Port Corporation R.J. Lino yang dalam pesannya mengatakan :

IPC, begitulah PT Pelabuhan Indonesia II akan dikenal di masa depan, sebagai sebuah perusahaan penyedia layanan jasa kepelabuhanan pun bertransformasi untuk bisa memenangkan kompetisi ketat di era globalisasi sekarang ini. Perusahaan terus meningkatkan kualitas, baik di sisi hardware seperti fasilitas dan infrastruktur baru, ataupun software seperti peningkatan kemampuan operasional para karyawan. Transformasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi constant change, melalui constant improvement dengan milestone(tujuan) yang jelas dan terarah.

Maka customer satisfaction kini menjadi fokus perusahaan. Perusahaan akan memberikan informasi selengkap mungkin, sebuah layanan yang excellence agar dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa. IPC menyakini bahwa hanya dengan layanan  jasa kepelabuhanan yang baik, maka kapal-kapal kelas dunia akan mau bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Good Ship, Good Port. Bad Ship, Bad Port.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan customer satisfaction itulah situs ini dibuat. Situs ini siap menjadi jendela utama bagi para pengguna jasa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Maka sejalan dengan logo baru kami yang menggambarkan perubahan, optimisme, agility (ketangkasan), focus (terarah), confident(percaya diri), fleksibilitas; IPC semakin siap untuk berkiprah menarik para operator kapal kelas dunia melayani perekonomian yang melesat, langsung di pelabuhan-pelabuhan Indonesia sebagai pintu gerbang negeri ini.

Seperti sebuah siklus, layanan yang excellence akan semakin meningkatkan perdagangan, mendatangkan income yang lebih besar pada bangsa ini. Dan semakin banyak perdagangan langsung terjadi, berarti akan semakin murah biaya produksi yang mempengaruhi harga barang, sehingga lebih kompetitif untuk bersaing di pasar domestik, regional, maupun internasional.

Dari uraian pesan tersebut di atas saya akan mengutip sedikit pesan ini yaitu "IPC menyakini bahwa hanya dengan layanan  jasa kepelabuhanan yang baik, maka kapal-kapal kelas dunia akan mau bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Good Ship, Good Port. Bad Ship, Bad Port."

Kita akan melayani kapal-kapal kelas dunia. Bisakah kita melayani kapal-kapal kelas dunia dengan pelayanan kelas lokal? Mental kelas lokal? Sarana kelas lokal?  Jawab saya, "Absolutely NO..!" 

Untuk dapat melayani kapal kapal kelas dunia maka pelayanan haruslah kelas dunia, mental yang melayani harus kelas dunia, sarana pelayanan seperti dermaga dan infrastruktur pendukungnya harus kelas dunia. Karena apa? "Karena kapal kapal kelas dunia masuknya hanya di pelabuhan kelas dunia dan mereka terbiasa dilayani dengan pelayanan kelas dunia." 

Saya jadi ingat posting saya yang terdahulu tentang "Budaya Pelayanan Jasa Pelabuhan" yang saya tulis pada Mei 2011 dan "Saatnya Pelindo Melakukan Ekspansi" yang saya tulis pada Juli 2010.

Maka dengan visi dan misi yang jelas sampai ke level karyawan yang paling bawah akan mudah terwujud suatu tujuan perusahaan.

2.Berilah karyawan bonus atau benefit yang mereka hargai
Menurut Joe Lineberry, seorang wakil presiden di AON Consulting, ketika karyawan menerima benefit yang mereka butuhkan mereka akan bekerja jauh lebih produktif. Contohnya, apabila perusahaan anda adalah startup yang dipenuhi oleh anak-anak muda, memberikan benefit asuransi kesehatan adalah hal bodoh. Asuransi kesehatan hanya menarik bagi karyawan senior. 
Cobalah tawarkan alternatif, contohnya anda bisa membeli buku voucher (biasanya membeli 100-200 ribu dan berisi voucher senilai 1-2 juta) dan memberikannya pada karyawan anda yang bekerja dengan baik. Voucher diskon spa atau restoran akan membuat karyawan bekerja lebih baik.

3. Berilah hari libur yang sesuai, jangan paksa karyawan untuk terus bekerja. 
Memberikan hari libur yang sesuai adalah cara memotivasi karyawan yang sederhana namun efektif. Mereka juga butuh waktu untuk mengisi kembali energi yang hilang, berjanji dengan anak mereka, atau sekedar mengecek kesehatan. Percayalah, anda memang mungkin akan kehilangan beberapa jam kerja dari mereka, namun anda akan mendapatkan dedikasi tinggi dan jam kerja yang super efektif.

4. Pastikan karyawan tahu berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk memberi mereka benefit tertentu. 
Bukan untuk tujuan pamer, namun rasanya akan sangat bodoh kalau anda sudah mengeluarkan benefit berbiaya besar tetapi justru karyawan menganggapnya murah. Dengan memberi tahu biayanya, karyawan tidak hanya akan merasa lebih bersyukur, tetapi juga akan meningkatkan motivasi karyawan tersebut. 
Tapi ingat, jangan sampai mereka menganggap anda tidak ikhlas!

Kalau semua karyawan sudah termotivasi dengan baik apalagi karyawan yang muda-muda maka akan tercipta sinergi yang kuat untuk mewujudkan visi dan misi pelabuhan dengan baik. 


Baca juga :
Automatic Identification System Aids Untuk Pelabuhan Bengkulu 
Indonesia Port Corporation Energizing Trade Energizing Indonesia 




























Wednesday, August 21, 2013

Pelabuhan Bengkulu Cam Ko Ha

Kapal Denso Leapard singgah di Pelabuhan Bengkulu
Pelabuhan Bengkulu atau yang sering kita kenal dengan nama Pelabuhan Pulau Baai baru-baru ini mendapat kunjungan dari Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Bapak Dahlan Iskan yang dikenal dengan nama Bapak DI.

Pelabuhan Bengkulu sekarang sedang dan akan terus mengalami perkembangan dalam misinya sebagai pelayanan jasa kelas dunia (world class service). Kuncinya adalah pada pintu gerbang alur masuk pelabuhan yang memerlukan penanganan khusus yakni pengerukan rutin untuk menjaga kedalaman alur. Untuk saat ini kedalaman alur masuk ke Pelabuhan Pulau Baai sudah mencapai 11-12 meter pada air pasang terendah. Di masa datang akan dilakukan pengerukan dan perawatan rutin hingga mencapai 13,5 meter pada air terendah. Sehingga kapal dengan GT 60000 ton dapat aman singgah di dermaga Samudera, Pelabuhan Bengkulu. Kalau orang Bengkulu bilang, " Pelabuhan Bengkulu Cam Ko Ha !" Artinya Pelabuhan Bengkulu mantap atau bagus dan keren... Kenapa? Jawab saya karena berpotensi untuk berkembang menjadi pelabuhan besar dan diperhitungkan di masa datang, baik di Asia Tenggara maupun di dunia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Sabtu (4/5/2013), mengunjungi Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Menteri BUMN ke Bengkulu yang kaya akan potensi alam, seperti batubara, karet, kelapa sawit, kopi, dan teh.

"Potensi alam Bengkulu yang kaya mesti didukung dengan infrastruktur yang baik agar dapat tercipta iklim ekonomi yang sehat dan mampu menyejahterakan rakyat. Demi menyokong aktivitas perekonomian lokal, kami terus mengembangkan Pelabuhan Pulau Baai secara bertahap, seiring dengan semakin cepatnya perputaran roda perekonomian di Provinsi Bengkulu", kata Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam siaran persnya.

Peningkatan kebutuhan akan jasa pelabuhan di Provinsi Bengkulu dapat menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut. Tercatat dalam lima tahun terakhir, arus barang non-peti kemas di Pelabuhan Pulau Baai mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 25 persen.

Peningkatan ini merupakan buah dari berbagai investasi yang digulirkan dengan tujuan membenahi fasilitas di Pelabuhan Pulau Baai.

Tahun 2011, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC selaku operator pelabuhan melakukan pengerukan alur hingga -12 m LWS. Pengerukan ini memungkinkan kapal-kapal peti kemas bersandar di pelabuhan tersebut, sehingga menumbuhkan kembali pasar peti kemas yang sempat terhenti selama tahun 2005 hingga 2011.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan Pulau Baai naik 18 persen. Di samping jumlah kapal, ukuran kapal yang berlabuh di Pelabuhan Pulau Baai pun lebih besar dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari gross Tonnage (GT) kapal yang tumbuh 34 persen sejak 2007.

Sejalan peningkatan jumlah dan kapasitas kapal-kapal yang bersandar, Pelabuhan Pulau Baai mengalami peningkatan trafik arus barang yang signifikan. Pada tahun 2010, realisasi arus barang berdasarkan perdagangan tercatat sebanyak 2.368.794 ton, sedangkan arus barang berdasarkan distribusi sebanyak 2.677.984 ton. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2012, menjadi sebanyak 4.597.576 ton. 

Selain mengadakan kunjungan ke Pelabuhan Menneg Dahlan Iskan juga mnyempatkan senam massal bersama masyarakat Bengkulu di Pantai Panjang Bengkulu. 








Tuesday, June 4, 2013

Automatic Identification System AIS Untuk Pelabuhan Bengkulu

Pantauan kapal memasuki Pelabuhan Bengkulu
Automatic Identification System (AIS) sudah lama diwajibkan oleh IMO melalui peraturan SOLAS bagi  kapal-kapal yang berukuran tertentu yang berlayar di laut. Namun kegunaan dari alat ini juga sangat penting guna memantau traffic kapal keluar dan masuk suatu areal pelabuhan. Guna menjawab tantangan terhadap meningkatnya kedatangan kapal di Pelabuhan Bengkulu, pandu Bandar Pelabuhan Bengkulu berinisiatif untuk memanfaatkan alat tersebut sehingga arus pergerakan kapal baik di dalam maupun di luar Pelabuhan Bengkulu dapat terpantau secara riil time melalui alat tersebut. 

Untuk Pelabuhan Bengkulu kami memadukan Automatic Identification System tersebut dengan Open CPN software yang terkombinasi dengan peta elektronik sehingga nama kapal, tipe, posisi, haluan dan kecepatan kapal dapat terpantau dengan sangat jelas pada display komputer di ruang operator radio Pelabuhan Bengkulu.

Peraturan Untuk Automatic Identification System
AIS didesain untuk memberikan informasi antara kapal dengan kapal dan antara kapal dengan Stasiun Pantai.
Sesuai dengan aturan 19 SOLAS Chapter V mengenai persyaratan untuk peralatan dan system navigasi kapal yang harus dibawa di atas kapal sesuai dengan tipe kapal pada tahun 2000. IMO mengadopsi persyaratan baru sepertti yang telah direvisi pada SOLAS Chapter V yang baru.

Peraturan mensyaratkan AIS utnuk dipasang di semua kapal diatas 300 GT yang melayari pelayaran Internasional, kapal kargo diatas 500 GT yang tidak melayari pelayaran Internasional dan semua kapal penumpang untuk semua ukuran wajib memiliki Automatic Identification System di kapal.
Peraturan ini berlaku efektif untuk semua kapal di atas pada 31 Desember 2004.

Peraturan mengenai AIS menyaratkan hal hal sebagai berikut:
  1. Memberikan informasi termasuk identitas kapal atau nama kapal, tipe, posisi, haluan, kecepatan, status navigasi informasi lain sehubungan dengan keselamatan otomatis kepada peralatan stasiun pantai, kapal lain dan pesawat terbang.
  2. Menerima secara otomatis informasi sejenis yang dipasang oleh kapal kapal, dapat dimonitor dan dipantai tracknya.
  3. Tukar menukar data dengan stasiun pantai.
Dengan pemasangan Automatic Identification System di Pelabuhan akan mempermudah pemantuan terhadap jalannya kapal kapal yang berada di kolam Pelabuhan Bengkulu maupun berada di sekitarnya yakni kapal-kapal yang berlayar di pantai Barat Pelabuhan Bengkulu. 



Baca juga:





Thursday, February 28, 2013

Pengaruh Tropical Cyclone 'Eighteen' Sampai Pelabuhan Bengkulu

Pelabuhan Bengkulu
Kita tahu bahwa pada tanggal 24-27 February 2013 Pelabuhan Bengkulu dilanda badai dahsyat yang meliputi meningkatnya curah hujan dan kecepatan angin. 

Pada tanggal tersebut angin di tepi Barat Pelabuhan Bengkulu mencapai kecepatan 45 knot atau 45 mil/jam.

Akibat kecepatan angin yang meningkat tersebut juga berakibat beberapa pohon besar di tepi jalan raya tumbang.

Peningkatan curah hujan dan kecepatan angin tersebut adanya badai atau typhoon Eighteen yang berjarak 400 mile di sebelah Barat Daya Pelabuhan Bengkulu atau pada posisi 11 12.0 S / 098.18.0 E atau sekitar 500 mil laut dari Pelabuhan Bengkulu.

Typhoon adalah istilah untuk badai di laut yang berputar dengan pusaran angin mencapai radius ratusan mil laut yang diakibatkan oleh tekanan rendah di suatu area di laut. Akibatnya udara sekitarnya yang bertekanan tinggi akan mengalir ke tekanan rendah dengan berputar (kalau di utara khatulistiwa pusaran berlawanan dengan arah jarum jam dan di Selatan khatulistiwa berputar searah jarum jam) membentuk pusaran yang mempunyai diameter ratusan mil laut.

Hal inilah yang kadang berpengaruh sampai ke Pelabuhan Bengkulu. Dikarenakan Pelabuhan Bengkulu terletak di tepi Samudera Hindia yang notabene sering menjadi cikal bakal timbulnya badai typhoon tersebut maka tidak heran sering terjadi cuaca ektrim yang mewarnai aktivitas Pelabuhan Bengkulu.