Thursday, January 24, 2013

Tempat Tempat Wisata Di Pelabuhan Bengkulu

Alur Pelabuhan Pulau Baai
Kalau anda jalan-jalan ke Pelabuhan Bengkulu pertama yang anda ingat adalah nama Pelabuhan Pulau Baai yang dulu sering menjadi tempat wisata dikala liburan anak anak tiba. Namun karena peraturan pelabuhan diperketat dengan diberlakukannya International Ship and Port Security Facilities Code atau dikenal dengan nama ISPS Code, maka sekarang Pelabuhan Pulau Baai melarang masyarakat yang tidak berkepentingan memasuki areal kerja pelabuhan seperti dulu.

Sebetulnya para wisatawan dapat dialihkan ke arah pintu masuk alur pulai Baai yang berpasir putih. Di sini anda dapat melihat kapal keluar masuk alur baik kapal penumpang, kapal barang, kapal tanker dan kapal perahu layar yang hilir mudik di alur Pelabuhan Pulau Baai, bengkulu. Namun memang anda harus mengeluarkan sedikit energi tambahan menjuju ke sana karena anda arus mengitari Teluk Pulau Baai karena letaknya benar-benar di pintu masuk kapal-kapal yang hendak masuk ke Pelabuhan Pulau Baai.

Namun bagi masyarakat luas dan para pendatang yang kebetulan singgah di Pelabuhan Bengkulu jangan berkecil hati karena anda akan kami ajak berkeliling ke beberapa tempat wisata yang eksotik di sekitar Pelabuhan Bengkulu.

1. Pantai Panjang Bengkulu

Pantai Panjang yang terletak sekitar 13 kilometer dari Pelabuhan Bengkulu mempunyai pemandangan yang sangat indah. Dengan fasilitas yang lengkap di sepanjang pantai membuat kita semakin betah tinggal di Pantai Panjang Bengkulu. 

Berdelman ria di Pantai Panjang Bengkulu
Fasilitas yang ada di Pantai Panjang Bengkulu antara lain villa dan cottage, caffee, sport center, aneka macam restoran, salon dan spa, dan tidak kalah menarik di Pantai Panjang Bengkulu tersedia hypermart yang terkenal dengan nama Bengkulu Indah Mall yang di dalamnya tersedia Hypermart Departement Store. Pokoknya kalau anda wisata di Pantai Panjang dapat betah dan terhibur.
Eh, jangan lupa anda juga dapat menyewa sepeda onthel untuk berkendaraan santai sepanjang Pantai Panjang. Atau anda dan keluarga dapat menyewa delman lengkap dengan kudanya untuk berkeliling sepanjang Pantai Panjang.

Di samping itu anda dan keluarga dapat menikmati area jogging track yang sengaja dibangun sepanjang pantai untuk memanjakan pengunjung terutama pada hari besar maupun hari libur bagi pengunjung yang hobby olah raga jalan atau lari santai.

Danau Curup, Bengkulu
O, iya jangan lupa anda juga dapat naik andhong/delman di tepi pantai dengan tarif hanya 20 ribu anda sudah dapat keliling sepanjang Pantai Panjang, Bengkulu.

2. Danau Dan Air Terjun Curup
Air terjun Curup
    Danau ini adalah danau buatan yang letaknya kurag lebih 2 jam dari Kota Bengkulu ke arah jalan menuju Lebong. Perjalanan ke arah wisata ini memang cukup membutuhkan konsentrasi anda karena jalan yang anda lalui cukup banyak belokan dan berliku dengan  tikungan yang tajam. Maka sebaiknya cek dulu kendaran anda sebelum menempuh perjalanan ini.Pastikan kendaran anda laik jalan agar aman dalam berkendaraan. Di danau ini anda dapat meninkmati fasilitas boat service untuk berkeliling danau tersebut dengan fasilitas yang sangat terjangkau. Anda juga dapat menikmati pemandangan alam berupa pegunungan dan kebun sayur-sayuran serta dari jauh sana nada dapat melihat perkebunan teh yang menghijau memenuhi areal sekitar danau tersebut. Untuk wisata kuliner jangan khawatir anda dapat menemukan dekat danau tersebut.

Sesudah kita puas berkeliling danau saatnya kita berkemas menuju pemandiar air panas dan air terjun di Curup. Perjalanan  dari danau tidak jauh hanya membutuhkan waktu 20 menit ke arah balik menuju Kota Curup.

Di Wisata ini anda dapat menikmati fasilitas pemandian air terjun yang sangat indah. Anda dapat mandi langsung di bawah air terjun alam ini sepuasnya. Ya sepuasnya anda mau.. asal tahan dingin aja..

Kolam air panas, Bengkulu
Tapi anda tidak usah khawatir setelah anda merasakan dinginnya air terjun ini anda dapat langsung menjuju kolam pemandianr air panas juga. Wah.. segar benar kok anda sehabis mandi air dingin langsung mandi di kolam air panas rame-rame.. Tapi kalau anda pingin mandi air panas yang lebih nyaman sepuasnya sendiri anda dapat masuk kamar mandi yang memang sudah disediakan untuk pengunjung tanpa biaya lagi. Lagi lagi anda dapat mandi layaknya di rumah saja dengan guyuran air panas alaminya.

3. Benteng Fort Marborough
    Tak kenal maka tak sayang. Saya ingat sewaktu saya masih di sekolah dasar mendengar ungkapan seperti ini," Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya." Nah, benteng satu ini akan mengungkap bagaimana Kota bengkulu waktu itu semasa dalam kekuasaan para extremes-extremes dari Eropa sana..haha..

Benteng Fort Marborough terletak di Jalan Ahmad Yani Bengkulu tepat di tenggah Kota Bengkulu. Tempat ini dapat anda tempuh sekitar 45 menit baik dari Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu maupun dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu dengan menggunakan taksi.

(A) Benteng Fort Marborough, Bengkulu

Benteng berdiri kokoh di tanah seluas 44.100 meter persegi dengan panjang 240.5 meter dan lebar 170.5 meter mengahdap ke arah Selatan dan membelakangi Samudera Hindia tepatnya 15 km dari Pelabuhan Bengkulu.

Di sebelah Benteng Fort Marborough terdapat kota tua sepanjang Jalan DI Panjaitan yang berdiri bangunan ruko-ruko tua China Town tempo dulu karena memang bangunannya banyak yang masih asli berdiri kokoh di sepanjang jalan tersebut seolah tidak mau kalah dengan bangunan Benteng Fort Marbourough yang melegenda itu.

Benteng Fort Marborough bukan hanya benteng pertahanan  kekuasaan Inggris di kawasan Barat Sumatera tapi juga benteng untuk mempertahankan Bengkulu sebagai daerah monopoli lada dan perdagangan. Benteng ini dibangun pada tahun 1713-1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joshep Callet. Benteng ini dianggap benteng kedua terkuat milik Inggris di kawasan Timur stelah benteng St. George di Madras, India. Nama Marborough sendiri diberikan oleh pemerintah Inggris kepada John Churcil yang bergelar Duke of Marborough I sebagai tanda kehormatan.

Pada awalnya benteng digunakan sebagai pertahanan namun kemudian beralih fungsi sebagai tempat pertahanan komuditi lada segaligus pusat pengawasan jalur Selat Malaka. 

Bentuk arsitek benteng ini mirip kura-kura terdapat jembatan yang menghubungkan kepala dan badan, sebuah jembatan diatas parit yang membentuk ekor dan jembatan yang menghubungkan jalan masuk dengan bagian luar. Dahulu ketiga jembatan ini bisa diangkat dan diturunkan. Sampai saat ini batas dinding terluar masih nampak yaitu beruba parit-parit.

Di dalam bangunan benteng terdapat ruang tahanan, gudang persenjataan, kantor, beberapa meriam, ruang perlindungan, terowongan sepanjang 6 m dan lebar 2 m. Sedangkan di bagian belakang terdapat 3 makam yaitu Thomas Par, Charles Murray dan satu makam tak dikenal serta prasasti nisan yang bertuliskan nama, tanggal dan tahun kematian pejuang Inggris tersebut.

Dari atas Benteng Fort Marborough anda dapat melihat pemandangan laut san tepi pantai dengan deburan ombak yang sangat indah, juga pemandangan gedung bundar sport center yang sangat elok berdiri megah tepat di tepi laut tersebut.



Baca juga :

Pelabuhan Bengkulu Fasilitasi Transhipment di Kolam Pulau Baai. 

Kapal Pesiar Clipper Odyssey Singgah Di Pelabuhan Bengkulu.

Indonesia Port Corporation The Spirit In Energizing Trade Energizing Indonesia.







Kapal Pesiar Clipper Odyssey Singgah Di Pelabuhan Bengkulu

Kapal Pesiar Clipper Odyssey
Pada pagi hari tanggal 15 Januari 2013 suasana di kantor kami agak lain karena kami akan menyambut tamu spesial kami yaitu kapal pesiar Clpper Odyssey yang mengangkut wisatawan asing dari berbagai negara yang hendak melanjutkan pelayarannya keliling Sumatera.Walaupun dalam proses penyambutan melakukan penjemputan kami terkena gelombang laut untuk menaikkan petugas pemandu kapal Clipper Odyssey Capt. Ibrahim Hussein kami berusaha tetap menyambutnya dengan ramah. Agak mabuk laut..haha..

Kapal berbendera Bahama yang mengangkut sekitar 38 wisatawan mancanaegara dan 67 awak kapal itu singgah di Pelabuhan Bengkulu dalam kunjungan wisatanya dari Padang yang sebelumnya sempat singgah di pelabuhan pelabuhan di Aceh dan Pulau Nias.

Seperti diketahui kapal ini memiliki panjang 102,6 meter ini dilengkapi kolam renang, bar, gymnatium, fasilitas restoran dan bayak lagi fasilitas kapal mewah ini. Kapal ini mengangkut wisatawan dari Amerika Serikat, Australia, Kanada dan Afrika Selatan yang pada umumnya wisatawan dari kalangan intelektual lanjut usia.

Seperti dilansir Bengkulu Ekspress, setibanya kapal sandar di dermaga Pulau Baai wisatawan disambut dua armada bus SAN Siliwangi Antar Nusa dan melanjutkan perjalanan darat ke situs bersejarah Benteng Port Marblorough. Setibanya di Benteng Port Marblorough wisatawan disambut tarian dol dan kalungan bunga.Wisatawan asing sangat kagum dengan situs bersejarah yang ada di Bengkulu tersebut.

Tak berhenti di sana, para turis juga diajak melihat rumah Bung Karno yang menjadi tempat presiden pertama Indonesia itu diasingkan. Di kediaman Bung Karno ini, para turis selain disambut pejabat pemerintah juga disambut sejumlah warga yang menanti kedatangan puluhan warga asing, sejumlah tarian tabot, tarian Enggano, barong landong, terlihat beberapa kali para turis memotret para penari dan pengantin melayu.

Salah seorang turis, Catherine dalam bahasa Indonesia terbata-bata mengaku baru pertama kali datang ke Bengkulu, dan kapalnya hanya singgah setelah melakukan perjalanan dari Solok. Ia juga mengatakan selama di Sumatera rombonganya selalu dilayani dengan ramah, bahkan sejumlah pejabat seperti bupati ikut menyambut kedatanganya.

Sementara itu Kepala Biro Remote Destination Tour, Leksono Santoso menuturkan, singgahnya kapal MV Clipper Odyssey di Bengkulu, karena banyak potensi yang ditawarkan. Mulai dari Bunga Rafflesia, Benteng, dan pantainya. Sayangnya potensi itu kurang publikasi. Mestinya kelebihan-kelebihan itu bisa dijadikan icon di Bengkulu, misalnya bunga Rafflesia kapan mekar dan kapan mulai layu. Dan itu selalu di update di internet, sehingga mudah diketahui. Diakui Leksono, kedatangannya ke Bengkulu merupakan kali keduanya dibawah biro yang sama, “Tahun 2010 saya pernah ke Bengkulu,” katanya, sejak saat itu dua tahun terakhir dirinya melakukan survey dan menginventaris objek wisata.

Dan dengan kapal pesiar MV Clipper Odyssey, kami telah mengunjungi Belawan di Medan, melihat orang utan dan kemudian di Simeleu Aceh, Pulau Nias, Solok dan kemudian singgah ke Bengkulu. Perjalanan akan dilanjutkan ke Krui. Rombongan turis ini pada umumnya dari kalangan intelektual, pengusaha, dan diplomat. Mereka ini juga didampingi dokter karena pada umumnya berusia di atas 70 tahun. Karena mereka ini dari kalangan intelek, kedatangannya diharapkan bisa mempromosikan wisata ke dunia internasional.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Hasanudin menuturkan kunjungan puluhan wisatawan asing diharapkan membawa dampak positif bagi pariwisata di Bengkulu. Mungkin saat ini mereka hanya singgah, namun tahun depan Bengkulu menjadi kawasan wisata tujuan mancanegara. Ia berharap, kehadiran turis-turis mancanegara turut memperkenalkan Bengkulu di luar negeri.
Sumber : Bengkulu Ekspress